SEPAK BOLA

Cerita masa lalu pada permainan sepak bola ini dimulai sejak tahun sebelum masehi yakni pada abad kedua dan ketiga. Pada waktu tersebut di negara Tiongkok berdinasti Had permainan ini dimainkan dengan bola yang tercover oleh kulit, kemudian ditujukan pada gawang berukuran relative kecil. Dalam kisah tersebut, terdapat sejarah pula di negara Sakura yang menyebut permainan ini bernama Kemari. Serta di negara Italia pun begitu tetapi lebih dimulai dan tenar sejak abad ke 16. Dari kisah-kisah tersebut, pertandingan sepak bola ini akhirnya terus berkembang. Di Inggris pun telah menentukan aturan permainan ini, tetapi karena terjadi suatu masalah berupa kekerasan, raja Edward III memberhentikan olahraga tersebut.

BASKET

Bola basket adalah olahraga permaianan yang terdiri atas dua kelompok pemain yang setiap kelompok terdiri atas 5 pemain sehingga apabila dijumlah pemain secara keseluruhan yaitu 10 orang. Dari masing- masing tim bertujuan untuk memasukkan bola ke dalam jaring lawan sehingga mendapatkan nilai atau poin sebanyak – banyaknya. Didalam permainan bola basket terdapat tiga fungsi pemaian yaitu sebagia pemain depan atau forward, pemain bertahan defense, dan pemain yang mengatur permainan bola atau strategi disebut playmaker.

CATUR

Catur berasal dari India dan mulai ada pada abad ke-6. Di sana catur dikenal dengan nama chaturanga, yang artinya empat unsur yang terpisah. Awalnya, buah catur memang hanya empat jenis. Menurut mistisisme India kuno, catur dianggap mewakili alam semesta ini, sehingga sering dihubungkan dengan empat unsur kehidupan, yaitu api, udara, tanah dan air karena dalam permainannya, catur menyimbolkan cara-cara hidup manusia.

TOLAK PELURU

Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik dalam nomor lempar. Atlet tolak peluru melemparkan bola besi yang berat sejauh mungkin. Peluru ini merupakan peralatan utama dalam olahraga ini. Bentuknya bulat seperti bola dan terbuat dari besi. yang telah dipertandingkan nasional maupun internasional. Oleh karena itu, tolak peluru sudah mulai diajarkan dalam beberapa sekolah.

LOMPAT JAUH

Lompat jauh merupakan salah satu aktivitas pengembangan akan kemampuan daya gerak yang dilakukan, dari satu tempat ke tempat lainnya. Dalam lompat jauh terdapat tiga macam gaya yaitu : Lompat Jauh gaya Jongkok (tuck), gaya menggantung (hang style), dan gaya jalan di udara (walking in the air). Gaya-gaya lompat jauh mengatur sikap badan sewaktu melayang di udara. Oleh karena itu teknik lompat jauh sering disebut juga gaya lompat jauh.

Senin, 19 Februari 2018

SEJARAH PENCAK SILAT

Konon, orang-orang bangsa Indonesia memiliki berbagai cara dalam pembelaan diri (secara fisik) untuk mempertahankan dirinya agar tetap hidup. Selain untuk diri sendiri, mereka melakukan pembelaan juga untuk melindungi kelompoknya. Dan hal ini pun bukan melindungi diri bukan dari musuh berupa manusia, melainkan berupa alam seperti bencana alam yang datang secara tiba-tiba atau serangan hewan yang akan menyerang secara mendadak.Sejarah Pencak Silat
Sejarah Pencak Silat 
Pencak silat merupakan salah satu jenis kesenian dan juga olahraga yaitu seni bela diri yang berasal dari Asia Tenggara di antaranya Malaysia, Brunei, Singapura, Filipina, Thailand, dan juga Indonesia Negara kita. Pencak silat ini merupakan tradisi kesenian yang di sebar melalui tradisi Melayu Nusantara. Hingga seiring berjalannya waktu, jenis kesenian bela diri ini juga mulai tersebar ke Negara Vietnam yang disebarkan oleh orang Indonesia. Hingga kini Negara Vietnam melahirkan pesilat-pesilat yang tangguh dan mendirikan organisasi induk pencak silat di Negara Indonesia yang diberi nama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Pencak silat telah tersebar ke seluruh kepulauan Nusantara sejak abad ke-7 Masehi. Namun, sampai sekarang belum ada yang bisa memastikan kapan dan bagaimana asal mula tersebar pencak silat ini. Ada yang mengatakan kalau pencak silat ini tersebar karena adanya keterampilan dari berbagai suku asli di Indonesia. Keterampilan-keterampilan tersebut di antaranya seperti berperang yang menggunakan parang, perisai, dan juga tombak. Contohnya seperti tradisi dan adat di kepulauan Nias yang mana terdapat suku yang bernama suku Nias telah menyebarkan seni bela dirinya sesuai adatnya yaitu dengan menggunakan senjata parang. Yang dipercaya bahwa hingga abad ke-20, suku Nias tidak tersentuh sama sekali oleh budaya luar.

Penyebaran Pencak Silat

Jika ditelisik lebih jauh, sebenarnya pencak silat ini tersebar melalui leluri atau dari mulut ke mulut yaitu secara lisan. Seperti dari guru ke muridnya contohnya. Sehingga tak heran jika kita sulit menemukan sejarah tertulis mengenai pencak silat ini.
Bahkan ada yang mengatakan bahwa sejarah pencak silat ini telah tersebar melalui berbagai kisah seperti beberapa legenda di berbagai daerah, seperti dari daerah satu ke daerah lain dan menyeluruh ke tanah air nusantara. Jadi, tak heran jika dulu di masa kerajaan Majapahit atau Sriwijaya sangat pandai dalam bertarung. Karena mereka semua khususnya para prajurit perang telah disiapkan ilmu pencak silat yang tinggi agar mereka dapat bertarung dengan musuh dengan kemahirannya.
Contohnya adalah legenda dari Minangkabau yang mengatakan silat dengan bahasanya yaitu ‘silek’. Masyarakat Minangkabau meyakini bahwa pencak silat ini telah diciptakan oleh Datuk Suri Draja dari Priangan, Tanah Datar yang berada di kaki Gunung Marapipada. Datuk Suri menciptakan dan mulai menyebarkan tradisi silat ini pada abad ke-11. Dan pencak silat pun akhirnya tersebar ke seluruh tanah nusantara termasuk Indonesia. Tanah Nusantara ini di antaranya Indonesia, Myanmar, Malaysia, Brunei Darussalam, sebagian Singapura, dan Negara-negara lainnya yang berada di benua Asia bagian Tenggara.
Lalu, seiring berjalannya waktu, silek atau silat ini mulai dibawa dan dikembangkan ke berbagai Negara yaitu tanah Asia Tenggara oleh para perantauan Minang. Mungkin Anda pernah mendengar kisah ‘Silat Cimande’. Kisah yang menceritakan tentang seorang perempuan yang melakukan silat dengan meniru dua hewan yaitu monyet dan harimau. Dan masih banyak lagi para tokoh silat lainnya. Tentunya di setiap daerah pasti memiliki tokoh silat masing-masing dengan berbagai keahlian dan jurus silat yang dimiliki para tokoh silat daerah atau biasa disebut sebagai pendekar. Para pendekar tersebut contohnya adalah Si Pitung dari Betawi, Hang Tuah, dan Gajah Mada dari Jawa, dan masih banyak lagi pendekar-pendekar sebagai tokoh silat di daerahnya masing-masing yang memiliki keahlian berbeda-beda pula.
Donald F. Draeger yang merupakan salah seorang peneliti silat ini telah berpendapat bahwa bukti dari adanya pencak silat ini bisa dilihat dari beberapa artefak senjata yang telah ditemukannya. Senjata-senjata yang ditemukan ini telah dipercaya berasal dari masa klasik yaitu pada masa Hindu-Budha di tanah Nusantara. Bahkan ia juga mengakui terdapat adanya sejarah pencak silat ini melalui relief yang membentuk orang dengan gaya kuda-kudanya di Candi Prambanan dan Candi Borobudur.
Draeger menuliskan di bukunya bahwa senjata dan seni pencak silat tidak dapat dipisahkan. Bahkan ia menuliskan bahwa pencak silat bukan hanya olah tubuh saja, melainkan juga harus memiliki hubungan yang erat secara spiritual dengan adat dan kebudayaan di tanah nusantara ini. Hal inilah mengapa pencak silat bukan hanya sebagai cabang olahraga saja, melainkan juga masuk dalam cabang kesenian juga yaitu seni bela diri. Terdapat ilmu beladiri dari Cina dan India dalam Silat – Sheikh Shamsuddin (2005)
Pendapat tersebut telah dibuktikan karena adanya pengaruh dari kebudayaan Cina dan India pada masa kebudayaan Melayu. Kebudayaan itu telah dibawa oleh para pedagang dan juga para perantau dari India, Cina, dan juga dari Negara-negara lainnya.

Persebaran Pencak Silat Di Tanah Melayu

Saat pencak silat mulai tersebar di tanah Melayu, pencak silat pun berkembang dengan berbagai nama dan aliran yang berbeda-beda. Seperti halnya di Malaysia dan Singapura, silat lebih dikenal dengan aliran gayong dan cekak. Di Negara Thailand, pencak silat memiliki nama ‘bersilat’, sedangkan di Negara Filipina diberi nama ‘pasilat’. Walaupun demikian, istilah ‘silat’ lebih dikenal banyak orang di berbagai pelosok Asia Tenggara. Hal inilah yang menyebabkan bahwa pencak silat merupakan tradisi yang tersebar dari Sumatera ke berbagai Negara.
Sejarah pencak silat pun mulai tertulis sejak abab ke-14 yang dikarenakan oleh pengaruh dari para penyebar agama di tanah Nusantara atau Nuswantara ini. Pada masa itu, pencak silat menjadi pelajaran utama dalam beragama sebagai perlindungan diri ketika menghadapi perang. Karena pada masa itu, masih terdapat berbagai perang karena perebutan wilayah dan politik juga kekuasaan. Pelajaran bela diri pencak silat pun juga diajarkan di berbagai surau atau mushalla dan juga tempat-tempat agama seperti madrasah dan pesantren. Biasanya mereka berlatih pencak silat setelah atau sebelum mereka mengaji. Itu sebabnya silat diklaim sebagai ilmu bela diri yang merupakan bagian dari latihan spiritual mereka. Dan latihan ini biasa disebut sebagai ‘menyemesta’ atau bersatu dengan alam. Maka, tak heran jika banyak jurus yang dilahirkan dari alam seperti hewan, tumbuhan, bahkan bencana sekalipun.
Hingga seiring berjalannya waktu, pencak silat mulai dijadikan ilmu pendidikan bukan hanya sebagai bela diri melainkan juga sebagai bela Negara dalam mengadapi musuh dari Negara lain. Yang awalnya pencak silat ini hanya sebagai ilmu bela diri dan seni tradisi kebudayaan saja.
Saat ini, pencak silat telah diakui sebagai budaya suku Melayu yang terdiri dari daerah pesisir pulau Sumatera dan Semenanjung Malak, juga berbagai suku lainnya yang menggunakan lingua franca (bahasa pegaulan) Melayu di berbagai daerah seperti Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan pulau-pulau lainnya yang berada di lingkaran Nusantara.
Seni bela diri pencak silat mulai berkembang dan terus berkembang hingga terbentuk menjadi beberapa organisasi pencak silat di Nusantara yang di antaranya adalah Ikatan Pencak Silat (IPSI) yang berada di negara Indonesia, Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (PESAKA) yang berada di Negara Malaysia, Persekutuan Silat Singapore (PERSIS) yang berada di Negara Singapore, dan Persekutuan Silat Brunei Darussalam (PERSIB) yang berada di Negara Brunei Darussalam. Maka tak heran jika mulai tumbuh dan terbentuk berbagai bahkan puluhan perguruan pencak silat di belahan dunia lainnya seperti Negara Amerika Serikat dan Eropa.
Hingga kini, pencak silat yang awalnya hanya sebagai ilmu bela diri yang tergolong ilmu spiritual dan seni tradisi saja, kini pencak silat telah diklaim secara resmi masuk dalam cabang ilmu olah raga hingga berskala internasional. Dan pada akhirnya pencak silat pun masuk dalam pertandingan SEA Games.

Perkembangan Pencak Silat di Dunia

Pada abad ke-20 Masehi, pencak silat semakin berkembang pesat hingga mendunia dan telah resmi menjadi cabang ilmu olahraga kompetisi yang di bawahi oleh Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa (PERSILAT) atau The International Pencak Silat Federation. Sehingga, pencak silat telah dipromosikan oleh PERSILAT ke berbagai Negara hingga ke lima benua agar pencak silat masuk dalam cabang olahraga yang dapat dijadikan cabang olahraga yang masuk dalam Olimpiade. Sehingga dengan kata lain, PERSILAT telah mempromosikan pencak silat ini untuk dijadikan kompetisi olahraga berskala internasional. Sehingga terdapat ketentuan dan kebijakan bahwa anggota yang mengikuti kompetisi pencak silat internasional ini merupakan anggota yang telah diakui oleh PERSILAT.
Maka dari itu, beberapa federasi pencak silat telah bekerjasama dengan PERSILAT untuk mendirikan Federasi Pencak Silat Eropa. Federasi tersebut telah menghasilkan Kejuaraan Dunia Pencak Silat pertama di luar Asia pada tahun 1986 yang menggunakan tempat di kota Wina Negara Austria.
Pencak silat mulai diperkenalkan sebagai bagian dari program pertunjukkan Asian Games pada tahun 2002 yang diselenggarakan di kota Busan Negara Korea Selatan. Asian Games tersebut merupakan Asian Games pertama kali yang memasukkan pencak silat sebagai bagian dari program acara tersebut. Dan pada bulan Desember 2002 merupakan Kejuaraan Pencak Silat Dunia terakhir yang diadakan di kota Penang Negara Malaysia.
PERSILAT bukan hanya berusaha memasukkan pencak silat sebagai pertandingan olahraga saja, melainkan juga mengupayakan untuk tidak melupakan tradisi lama dengan memperkenalkan beberapa aliran tua yang salah satunya adalah ‘Silek’ ke berbagai Negara di belahan dunia. Dan aliran-aliran atau berbagai gaya yang disebarkan ada ratusan bahkan ribuan yang berhasil diajarkan dan diperkenalkan di berbagai perguruan Negara-negara asing.

Istilah dalam Pencak Silat

Seperti pada cabang ilmu lainnya, bahwa pencak silat juga memiliki berbagai istilah yang perlu diketahui sebagai pemahaman ilmu bela diri pencak silat ini. Berikut ini adalah beberapa istilah dalam pencak silat.
1. Sikap dan Gaya
Pencak silat merupakan ilmu bela diri dan juga kesenian tradisi yang menggunakan banyak sikap atau posisi dan juga berbagai gerakan organ tubuh seperti badan, tangan, dan kaki. Maka tak heran jika kita sering melihat para pesilat yang memiliki banyak gerak dan posisi saat menghadapi lawan. Bahkan gerakan dan posisi ini berubah-ubah sesuai dengan alur pertandingan dan juga gerak-gerik lawan hingga menemukan titik kelemahan lawan. Jika mereka telah menemukan titik lemah lawan, maka mereka tidak tanggung-tanggung menyerang dengan gerakan cepat agar lawan lengah dan dapat dikalahkan.
2. Langkah
Langkah merupakan ciri khas yang utama dalam seni pencak silat. Seorang pesilat yang benar tentunya selalu memperhatikan langkahnya dan lawannya dalam pertandingan. Karena hal ini sangatlah penting bagi mereka dalam sebuah pertandingan. Langkah pada pencak silat pada umumnya menggunakan ‘Langkah Tiga’ dan ‘Langkah Empat’.
3. Teknik atau Buah
Tentunya di dalam pencak silat pasti juga terdapat teknik atau buah. Teknik ini pun terbagi menjadi dua golongan yaitu teknik bertahan dan teknik menyerang. Kenapa teknik ini juga dinamakan buah? Hal ini merupakan istilah tradisional yang sering digunakan oleh para pesilat terdahulu. Karena teknik dalam pencak silat disamakan dengan buah. Pada umumnya, para pesilat menggunakan tangan, siku, lengan, kaki, lutut, dan telapak kaki dalam teknik menyerang mereka. Dan teknik umum itu di antaranya adalah tendangan, pukulan, sandungan, mengunci, sapuan, menahan, melempar, mematahkan tulang sendi, dan lain sebagainya.
4. Jurus
Tentunya Anda sering mendengar jurus harimau, jurus, ayam, jurus monyet dan sebagainya dalam ilmu bela diri pencak silat ini. Ya, karena di dalam pencak silat, seorang pesilat sejati dan pesilat kuat harus menguasai minimal satu jurus. Itu sebabnya, mereka selalu menggunakan jurus dalam bertanding menghadapi lawannya. Pada umumnya para pesilat menggunakan berbagai jurus dengan menirukan gerakan-gerakan hewan dalam teknik menyerang maupun bertahan. Jurus merupakan rangkaian gerakan dasar pada bagian tubuh atas maupun bawah.
Gerakan-gerakan dasar inilah yang nantinya digunakan sebagai acuan dalam menguasai berbagai teknik lanjutan pencak silat yang dinamakan ‘buah’, saat dilakukan dalam berlatih sendiri maupun berpasangan. Bahkan dalam pencak silat juga terdapat istilah ‘Dasar Pasan’. Dasar Pasan merupakan aliran dalam seluruh tubuh. Maka tak heran jika pencak silat ini ada yang mempercayai menggunakan ilmu kebatinan atau jiwa dalam diri.
Hal ini juga dapat dibuktikan bahwa pencak silat dulunya merupakan salah satu cabang ilmu yang melibatkan spiritual seseorang. Sehingga tidak sembarang orang bisa menggunakan jurus dalam pencak silat, karena hanya orang-orang tertentu saja dan bijak menggunakannya saja yang dapat menggunakan jurus-jurus dalam pencak silat. Bahkan pada umumnya, jurus-jurus terbentuk ketika para pesilat mengamati binatang liar saat sedang bertengkar, lalu mereka memperhatikan gerakan, dan mempelajari gerakan dan menirukan gerakan dari binatang liar. Di sinilah terjadinya berbagai jurus yang sering menggunakan nama hewan.

Aspek dan Bentuk Pencak Silat

Di dalam pencak silat terdapat empat aspek utama yang perlu diketahui yaitu di antaranya:
1. Aspek Mental Spiritual
Hanya orang yang bijak dan arif saja yang dapat menggunakan ilmu pencak silat secara sempurna. Karena pencak silat ini sebenarnya mengajarkan manusia untuk manusia. Dalam arti sederhanya yaitu membangun dan mengembangkan kepribadian yang luhur dan mulia dalam diri. Bahkan dipercayai bahwa konon, seseorang yang ingin belajar pencak silat harus melewati berbagai tahap seperti semedi atau bertapa. Sehingga dapat dikatakan bahwa aspek yangt pertama ini merupakan aspek yang melibatkan jiwa dan kebatinan seseorang untuk mencapai ilmunya dalam ilmu pencak silat.
2. Aspek Seni Budaya
Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa pencak silat pada dasarnya merupakan ilmu seni tradisi yang melibatkan adat dan kebudayaan setempat. Sehingga dapat dikatakan bahwa pencak silat ini merupakan salah satu seni permainan yang berbudaya. Dan budaya merupakan aspek yang sangat penting dalam ilmu pencak silat. Maka dari itu terdapat kata ‘Pencak’ dalam pencak silat, karena arti dari kata ‘pencak’ merupakan tarian yang diiringi music dan mengenakan busana tradisional. Sehingga, pencak silat ini tak heran jika memiliki banyak gerakan dalam ilmunya.
3. Aspek Bela Diri
Istilah ‘silat’ inilah yang membawa ilmu pencak silat ke dalam aspek bela diri. Seorang pesilat harus dapat menguasai ilmu bela diri dalam pencak silat, karena hal ini merupakan aspek kemampuan teknis dalam pencak silat.

4. Aspek Olah Raga
Hal inilah yang membawa pencak silat merupakan sesuatu yang melibatkan fisik atau tubuh. Sehingga bukan hanya otak dan batin saja yang digunakan dalam pencak silat, melainkan juga menggunakan fisik dan tubuh yang kuat dalam menghadapi lawan. Pesilat haruslah sering olah tubuhnya agar tubuhnya dapat tumbuh dengan kuat dan baik dan tidak mudah dikalahkan oleh lawan main saat pertandingan nanti. Aspek olah raga ini meliputi jurus, yang berupa tungga maupu ganda atau regu.
Terdapat empat aspek dalam pencak silat yang membuat bentuk dan gaya yang berbeda-beda di setiap tempat perguruan atau padepokan. Hal itu tergantung aspek mana yang akan ditekankan pada padepokan tersebut. Karena setiap padepokan tentunya memiliki keyakinan yang berbeda-beda untuk menentukan aspek mana yang digunakan. Hal ini sesuai dengan kebijakan dan tujuan padepokan tersebut dibentuk.
Seperti adanya padepokan yang menerapkan jurus harimau dan monyet. Hal ini mungkin mereka menekankan pada aspek olah raga karena menggunakan fisik dalam bertarung pada umumnya. Walaupun ada juga yang berpendapat bahwa olah raga seperti fisik dan pernapasan merupakan aspek utama dalam mengembangkan ilmu pencak silat. Namun, aspek inilah yang membuat pencak silat menjadi terkenal hingga ke berbagai Negara hingga ke benua Eropa.
Ya, walaupun banyak yang mengatakan kalau ketika pencak silat ini mulai diklaim di ilmu olahraga, pencak silat mulai menghilangkan pokok atau pakem dari pencak silat itu sendiri. Dengan adanya pendapat itulah banyak praktisi pencak silat yang mengupayakan pencak silat ini tetap berfokus pada sisi tradisional dan spiritual yang membuat para pesilat lama tidak tersinggung.

Organisasi Pencak Silat

Karena pencak silat mulai berkembang seiring berjalannya waktu, maka mulai terbentuklah berbagai organisasi pencak silat yang di antaranya:
  • PERSILAT (Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa)
  • IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia)
  • FP2STI (Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia)
  • PESAKA Malaysia (Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia)
  • PERSISI (Persekutuan Silat Siungapore)
  • EPSF (European Pencak Silat Federation)
Menurut PERSILAT, organisasi yang terdaftar secara resmi, terdapat 33 organisasi pencak silat yang berdiri di berbagai Negara seluruh dunia.
Itulah sejarah singkat mengenai Pencak Silat yang perlu Anda ketahui. Perlu mengetahui sejarah agar kita dapat memprediksi masa depan. Pun juga dengan sejarah pencak silat agar kita memahami bahwa pencak silat bukanlah cabang ilmu seni maupun olahraga sembarangan. Ilmu ini perlu pemahaman yang kuat agar tidak dijadikan sebagai bahan ilmu yang disalahgunakan. Bijaklah dalam menggunakan suatu ilmu, maka ilmu tersebut akan melindungimu dari mara bahaya.

SUMBER : http://sejarahlengkap.com/olahraga/sejarah-pencak-silat

SEJARAH SEPAK TAKRAW

Olahraga sepak takraw adalah olahraga yang memadukan antara sepak bola dan voli, dimainkan di lapang bulu tangkis, dan memiliki peraturan bola tidak boleh menyentuh tanah.

Sejarah Sepak Takraw

kumpulan-olahraga.blogspot.com
kumpulan-olahraga.blogspot.com
Olahraga ini berasal dari zaman kesultanan Melayu pada 634-713 M yang dalam bahasa Melayu dikenal sebagai sepak raga. Untuk bolanya sendiri terbuat dari anyaman rotan serta pemain berdiri membentuk lingkaran.
Di zaman kesultanan Melayu, tepatnya di sekitar abad ke-15, sepak takraw dimainkan untuk pertama kalinya dalam sejarah. Namun saat itu olahraga ini belum bernama sepak takraw, melainkan sepak raga.
Nama sepak takraw sendiri diambil dari bahasa Melayu dan bahasa Thailand. Kata “sepak” berasal dari bahasa Melayu yang artinya menendang. Sedangkan untuk kata “takraw” berasal dari bahasa Thailand yang artinya bola yang dianyam.
Penentuan nama tersebut tentu dikarenakan hasil kesepakatan dari kedua daerah yang menemukan olahraga ini, yaitu Malaysia dengan Thailand. Dari kedua negara tadi, permainan olahraga ini saat ini sudah menyebar ke berbagai negara.
Pada tahun 1970an, olahraga sepak takraw ini mulai masuk ke wilayah-wilayah di Indonesia. Olahraga sepak takraw ini dibawa oleh bangsa Malaysia dan Singapura yang sedang berkelana ke negara Indonesia ini.
Namun biarpun begitu, permainan sepak takraw ini juga sebenarnya sudah dikenal oleh bangsa Indonesia sejak dulu. Hanya saja, sepak takraw di Indonesia kala itu hanya sebatas permainan tradisional saja.
Sejak kedatangan bangsa Malaysia dan Singapura yang membawa masuk permainan ini ke Indonesia, olahraga sepak takraw ini mulai banyak diminati. Di Sulawesi dan Sumatera lah sepak takraw paling cepat berkembang.
Induk olahraga sepak takraw di Indonesia sendiri terlahir pada tahun 1971. Organisasi yang menjadi induk olahraga ini bernama PERSERASI. Dan pada tahun 1980, kejuaran nasional sepak takraw untuk pertama kalinya ada di Indonesia.

Teknik Dasar

aery1301.wordpress.com
aery1301.wordpress.com
Teknik dasar sepak takraw dapat dilakukan dengan kaki, dada, serta kepala, asalkan bola bisa memantul dengan baik. Teknik-teknik ini cara melakukannya hampir sama dengan perminan sepak bola.
Hanya saja yang membedakannya adalah sentuhan sepak takraw hanya diperbolehkan satu kali sentuhan saja, kecuali ketika melakukan bendungan atau blocking. Nah, jika diluar dari peraturan yang ada maka termasuk suatu pelanggaran.
a.

Sepak Sila

terkini.in
Sepak sila merupakan sepakan dengan menggunakan kaki bagian dalam, berfungsi untuk mengontrol bola serta memberi umpan kepada teman. Adapun cara melakukan sepak sila adalah sebagai berikut.
  • Berdiri dengan satu kaki.
  • Kaki yang akan menendang diangkat setinggi paha dengan lutut yang dibengkokkan ke samping.
  • Bola ditendang menggunakan kaki bagian dalam.
  • Pada waktu menendang, tungkai kaki digerakkan dari bawah ke atas dan dikeraskan.
  • Pandangan ke arah bola dan sasaran.
b.

Sepak Kuda

blogs.ft.com
Sepak kuda merupakan sepakan dengan menggunakan punggung kaki, berfungsi untuk mengontrol bola rendah serta melakukan serangan. Adapun cara melakukan sepak kuda adalah sebagai berikut.
  • Berdiri menggunakan satu kaki dengan sedikit kaki tumpuan di tekuk atau dibengkokkan.
  • Kaki yang akan digunakan menendang diangkat lurus di depan badan setinggi pinggul.
  • Bola ditendang menggunakan punggung kaki.
  • Ketika menendang kaki diluruskan.
  • Ketika menendang, punggung kaki diluruskan dengan gerakan mendorong ke arah depan.
c.

Sepak Telapak Kaki

avaxnews.com
Sepak telapak kaki merupakan sepakan menggunakan telapak kaki yang berpusat pada kekuatan pergelangan kaki. Teknik ini berfungsi untuk menjangkau bola tinggi di dekat net serta menahan serangan lawan. Adapun cara melakukannya adalah sebagai berikut.
  • Berdiri dengan satu kaki serta kaki yang satunya diluruskan di depan badan dengan telapak kaki yang mengarah ke bola.
  • Ketik menendang bola, telapak kaki mendorong ke arah depan.
  • Pandangan diarahkan ke arah bola dan sasaran.
d.

Teknik Menyundul Bola

takrawcanada.com
Menyundul bola dengan kepala bagian depan, berfungsi untuk mengumpan bola kepada teman serta melakukan serangan. Adapun cara melakukan teknik ini adalah sebagai berikut.
  • Berdiri dengan sikap kuda-kuda.
  • Kemudian badan dicondongkan ke belakang dengan kedua tangan diletakkan di samping badan dengan siku yang bengkok.
  • Sundul bola menggunakan kepala bagian depan.
  • Pada waktu menyundul bola, badan digerakkan ke arah depan sambil mengeraskan leher.
  • Pandangan menuju arah bola dan sasaran.
e.

Teknik Menahan Bola

konijawatimur.com
Menahan serangan bola yang datang dari lawan bisa dilakukan dengan dada dan paha.
a. Menahan Bola dengan dada
Teknik ini dilakukan jika bola datang setinggi dada. Adapun caranya adalah sebagai berikut.
  • Berdiri dengan sikap kuda-kuda.
  • Badan dicondongkan ke arah belakang sambil membusungkan dada.
  • Ketika badan menyentuh bola, badan dikeraskan serta didorong ke depan sampai bola memantul dengan baik.
  • Pandangan diarahkan menuju bola dan sasaran
b. Menahan Bola dengan Paha
Bola bisa ditahan dengan paha jika datangnya bola setinggi perut atau pinggang. Adapun cara melakukannya adalah sebagai berikut,
  • Berdiri menggunakan satu kaki dengan lutut sedikit ditekuk.
  • Kaki yang lain diangkat dengan paha yang naik ke atas.
  • Menahan bola menggunakan paha bagian atas.
  • Pandangan ke arah bola dan sasaran
Demikian sedikit penjelasan mengenai teknik-teknik dasar sepak takraw. Semoga bermanfaat ya, sekian dan terima kasih.

SUMBER :  https://satujam.com/sepak-takraw/

SEJARAH FUTSAL

Sepak bola disebut juga sebagai sepak bola outdoor. Permainan ini sangat populer di dunia. Berbagai suku dan bangsa tidak ada yang tidak mengenal permainan sepak bola. Permainan yang satu ini terdapat pada situs purbakala Yunani, yang disebut sebagai sphaira atau ollis pada zaman Romawi. 
Hasil gambar untuk futsal
Sejalan dengan perkembangan zaman, permainan sepak bola tidak hanya dilakukan di luar ruangan. Permainan ini dapat juga dilakukan di dalam ruangan tertutup.
Permainan futsal diciptakan oleh Juan Carlos Ceriani di Montevideo, Uruguay, tahun 1930. Saat itu, bersamaan dengan Piala Dunia di Uruguay. Permainan baru tersebut diberi nama futebol de salao (bahasa Portugis) atau futbol sala (bahasa Spanyol) dengan makna yang sama, yaitu sepak bola ruangan. Dari kedua bahasa tersebut muncullah istilah baru, yaitu “Futsal”.
Permainan futsal, sekarang berada di bawah naungan Federation Internationale de Football Association (FIFA). Pertandingan futsal internasional untuk kali pertama diselenggarakan dalam Piala Amerika Selatan I, tahun 1965. Dalam pertandingan tersebut, Paraguay keluar sebagai juara.
Perebutan Piala Amerika tersebut berlangsung berturut-turut sampai tahun 1979, dan semua pialanya disapu bersih oleh Brasil. Kemudian, Brasil meneruskan dominasi juaranya dalam Piala Pan Amerika I, tahun 1980 dan 1984.
Tahun 2002, olahraga futsal mulai masuk ke Indonesia. Olahraga ini mendapat sambutan, terutama mereka pecinta sepak bola. Kompetisi resmi tingkat Nasional di Indonesia, mulai diadakan tahun 2008 oleh Badan Futsal Nasional (BFN). BFN merupakan badan yang dengan sengaja dibentuk oleh PSSI untuk mengelola futsal di Indonesia.
Kejuaraan futsal tersebut dinamakan Indonesia Futsal League (IFL). Kejuaraan ini berlangsung selama empat bulan yang dibagi dalam empat seri. Pemenang dalam kejuaraan IFL, akan mewakili Indonesia dalam AFC Futsal Champions League, yaitu kompetisi futsal tertinggi di Asia.
Hal yang mencolok dari permainan futsal, jika dibandingkan dengan permainan sepak bola konvensional adalah ukuran lapangan yang lebih kecil dan pemain yang hanya berjumlah 5 sampai 7 pemain dalam setiap timnya. Oleh karena itu, permainan ini dipandang lebih fleksibel dan dapat dimainkan di dalam ruangan tertutup dengan lapangan berumput sintetis.
Peraturan Permainan
Peraturan permainan futsal telah disepakati dalam asosiasi sepak bola internasional. Dengan kata lain, peraturan futsal mengikuti peraturan yang telah disepakati dalam FIFA. Adapun beberapa peraturan diubah penerapannya.
Hal tersebut disesuaikan dengan perintah-perintah pemula, khususnya yang berusia di bawah 16 tahun, wanita, pemain yang sudah cukup umur (lebih dari 35 tahun), dan pemain yang mempunyai kekurangan-kekurangan tertentu.
Adapun hal-hal yang dapat diubah sesuai kondisi, meliputi ukuran lapangan; ukuran, berat, dan bahan bola; lebar dan tinggi mistar gawang; periode permainan; dan jumlah pemain cadangan. Sementara itu, untuk peraturan-peraturan yang berhubungan dengan wasit, pemain, dan para petugas yang terlibat dalam permainan, antara pria dan wanita sama.
a. Ukuran Lapangan
Pernahkah Anda melihat lapangan futsal? Lapangan futsal berbentuk persegi panjang. Permukaan lapangan harus rata dan tidak licin. Lantai lapangan futsal biasanya dilapisi dengan rumput sintetis atau bagan dari kayu, tetapi hindari lapisan lapangan dari beton atau bata. Berikut ukuran lapangan futsal.
1)   Panjang lapangan 25 – 42 meter, lebar lapangan 15 – 25 meter.
2)   Lapangan ditandai dengan garis-garis yang berfungsi sebagai pembatas. Dua garis terluar yang lebih panjang disebut garis pembatas lapangan, dan dua garis yang lebih pendek disebut garis gawang.
3)   Lebar seluruh garis adalah 8 cm.
4)  Lapangan dibagi menjadi dua bagian pada bagian tengah lapangan. Titik tengah lapangan ditandai dengan sebuah titik. Titik tengah lapangan berada pada lingkaran tengah lapangan dengan radius 3 meter.
5)   Daerah seperempat lingkaran di depan garis gawang memiliki radius 6 meter.
6)   Titik penalti berada 6 meter dari titik tengah garis gawang.
7)   Titik penalti kedua berada 10 meter dari titik tengah antara posisi tiang gawang vertikal.
8)   Titik tendangan pojok memiliki radius 25 cm, di setiap sudut lapangan.
b. Ukuran, Berat, dan Bahan Bola
Bola futsal berbentuk bulat sempurna. Bahan yang dipergunakan untuk membuat bola futsal adalah dari bahan kulit atau bahan lain yang layak untuk digunakan. Keliling bola futsal 62 – 64 cm, berat bola 400 – 440 gram, dan tekanan 0,4 – 0,6 atm.
c. Lebar dan Tinggi Mistar Gawang
Ukuran gawang permainan futsal adalah sebagai berikut:
1)   Gawang terdiri atas dua buah tiang sejajar dalam posisi vertikal dengan jarak yang sama dari setiap sudut dan pada sisi atasnya dihubungkan dengan tiang horizontal.
2)   Gawang harus diletakkan tepat pada tengah-tengah garis gawang.
3)  Jarak kedua tiang vertikal adalah 3 meter dan jarak dari sisi bawah batangan atas ke dasar permukaan lapangan adalah 2 meter.
4)   Tiang vertikal dan tiang horizontal memiliki diameter 8 cm.
5)  Jaring gawang terbuat dari tali rami, goni, atau nilon, yang dikaitkan pada kedua tiang vertikal dan horizontal pada sisi belakang gawang.
6)   Kedalaman gawang adalah jarak dari ujung bagian dalam dari posisi gawang langsung ke arah sisi luar lapangan, minimal 80 cm pada bagian atas dan 100 cm pada bagian bawah.
 
d. Periode Permainan
Pertandingan futsal berakhir dalam dua babak. Durasi setiap babak adalah 20 menit. Durasi dari salah satu babak dapat diperpanjang untuk menentukan pemenang jika terjadi “seri”.
Tim diperbolehkan meminta time-out selama 1 menit dalam sebuah babak pertandingan. Kondisi-kondisi untuk mendapatkan time-out adalah sebagai berikut:
1)   Pelatih meminta untuk time-out selama 1 menit.
2)   Time-out akan diberikan pada tim yang sedang menguasai bola.
3)   Penjaga waktu mengizinkan untuk time-out ketika bola keluar dari permainan dengan menggunakan sebuah peluit atau tanda lain yang berbeda dengan tanda wasit pertama.
4)   Saat time-out pemain berada di lapangan. Jika menerima instruksi dari official maka dilakukan pada garis pembatas sejajar dengan lapangan. Hal tersebut dikarenakan official tidak boleh memasuki batas lapangan.
5)  Tim yang tidak meminta time-out pada babak pertama maka timnya akan tetap hanya mendapatkan satu kali time-out selama babak kedua.
e. Jumlah Pemain dan Pemain Cadangan
Permainan futsal dimainkan oleh dua tim. Jumlah pemain setiap tim maksimal lima orang, yang salah satunya adalah penjaga gawang. Jumlah pemain cadangan maksimal sebanyak 7 orang.
f. Perlengkapan Pemain
Untuk keselamatan pemain, seorang pemain dilarang menggunakan perlengkapan atau sesuatu yang berbahaya, baik untuk dirinya maupun orang lain. Perlengkapan yang harus dipakai oleh setiap pemain adalah sebagai berikut:
1)  Seragam atau pakaian. Dalam setiap pertandingan seragam futsal memiliki nomor di bagian depan dan belakang. Nomornya dimulai dari 1 sampai 15. warna dari nomor harus berbeda dengan warna seragam.
2) Celana pendek harus yang dapat menyerap keringat dan warnanya sama dengan warna dasar seragam.
3)   Kaus kaki.
4)  Pengaman kaki (shinguard). Seluruh bagian shinguard tertutup kaus kaki, terbuat dari bahan karet atau plastic, dan harus memberikan perlindungan yang cukup.
5)   Sepatu yang digunakan harus jenis sepatu yang diizinkan, yaitu sepatu kanvas atau terbuat dari kulit halus.
6)  Seragam yang digunakan penjaga gawang, boleh menggunakan celana panjang. Warna seragam yang digunakan harus dapat dibedakan dari pemain yang lainnya. Jika penjaga gawang menjadi pemain lapangan penjaga tersebut harus menggunakan seragam dengan nomor punggung pemain yang digantikannya.
g. Wasit
Setiap permainan dipimpin oleh seorang wasit. Wasit dalam pertandingan futsal terdiri atas tiga orang dan satu penjaga waktu. Wasit memiliki kewenangan penuh untuk menegakkan peraturan permainan, sejak ia memasuki sampai meninggalkan lapangan permainan.
Kekuasaan dan tanggung jawab wasit pertama, antara lain sebagai berikut:
1)   Menegakkan peraturan permainan.
2)   Membuat dan memelihara catatan pertandingan untuk dipergunakan sebagai laporan pertandingan.
3)   Bertindak sebagai penjaga waktu, jika penjaga waktu tidak hadir.
4) Menghentikan, menunda, atau mengakhiri pertandingan untuk setiap pelanggaran yang dilakukan pemain.
5) Melakukan tindakan disiplin terhadap kesalahan pemain dalam bentuk peringatan dan sanksi pelanggaran.
6)   Memastikan tidak ada orang yang berhak untuk berada di dalam lapangan.
7)  Membiarkan permainan berlanjut sampai bola keluar, jika terdapat pemain yang mengalami luka ringan.
8)   Memastikan bola memenuhi persyaratan.
9)  Membiarkan permainan berlanjut ketika terjadi sebuah pelanggaran terhadap salah satu tim. Namun, tim yang pemainnya digelar berada pada posisi yang menguntungkan untuk mencetak gol. Namun, jika tidak menghasilkan gol, wasit harus memberikan hukuman terhadap tim yang melakukan pelanggaran yang terjadi sebelumnya.
Kekuasaan dan tanggung jawab wasit kedua, antara lain sebagai berikut:
1)   Wasit kedua berada di sisi lapangan yang berlawanan dari posisi wasit dan dilengkapi dengan peluit.
2)  Membantu wasit pertama untuk mengawasi pertandingan agar tetap berjalan sesuai dengan peraturan permainan.
3)   Menghentikan permainan jika terjadinya pelanggaran dari peraturan-peraturan.
4)   Memastikan bahwa penggantian pemain dilaksanakan dengan baik.
Kekuasaan dan tanggung jawab wasit ketiga, antara lain sebagai berikut:
1)   Membuat catatan atas pelanggaran akumulasi lima pertama yang dilakukan tim.
2)   Membuat catatan dari penghentian permainan dan memberikan alasannya.
3)   Membuat catatan pemain-pemain yang menciptakan gol.
4)   Mencatat nama dan nomor pemain yang mendapat peringatan dan dikeluarkan.
5)   Menyediakan segala informasi yang relevan dengan pemain.
Kekuasaan dan tanggung jawab penjaga waktu (time keeper), antara lain sebagai berikut:
1) Memastikan bahwa durasi pertandingan sesuai ketentuan, yaitu dengan cara menjalankan chronometer saat pertandingan dimulai, memberhentikan waktu saat bola keluar lapangan, dan menghentikan waktu dengan hal-hal yang berhubungan dengan pelanggaran permainan.
2)   Memeriksa time-out.
3)   Memeriksa periode hukuman waktu efektif dua menit ketika pemain telah dikeluarkan.
4) Mengindikasikan akhir dari separuh pertandingan pertama, kedua, akhir pertandingan, dan akhir periode waktu tambahan.
5)  Menyediakan dan menjaga sebuah catatan dari semua waktu sela (time-out) yang tersedia untuk setiap tim.
6)   Menyediakan catatan atas pelanggaran akumulasi kelima pertama yang dilakukan oleh setiap tim.

 Teknik Dasar Permainan
Pada dasarnya teknik dasar permainan futsal tidak berbeda dengan permainan sepak bola. Perbedaannya, terletak pada ukuran lapangan yang menuntut pemainnya untuk melakukan teknik yang lebih akurat.
a.   Menendang Bola
b.   Menerima Bola
c.   Menggiring Bola
d.   Merampas Bola
Permainan Futsal dengan Peraturan yang Dimodifikasi
Sebagaimana permainan sepak bola dengan ukuran lapangan maksimal, permainan futsal pun memerlukan taktik, strategi, dan kerja sama tim. Meskipun demikian, persamaan futsal memiliki peraturan yang agak berbeda.
Sekarang lakukan game 5 lawan 5. Durasi setiap babak 10 menit tanpa istirahat. Lakukan tendangan pada garis samping jika bola keluar lapangan melalui samping lapangan.
Namun, jika melalui garis gawang lakukan lemparan gawang oleh penjaga gawang. Permainan harus dilakukan secara sportif. Tim yang mengumpulkan skor tertinggi menjadi pemenang.
 

SEJARAH BULU TANGKIS

SEJARAH BULU TANGKIS – Dalam setiap permainan pasti memiliki sejarah tersendiri. Tentunya sejarah tersebut sangat perlu untuk di telusuri agar lebih mengenal permainan tersebut.
Oleh karena itu, kami akan memberikan informasi sejarah permainan yang belum kamu ketahui sebelumnya. Oke langsung saja kita mulai membaca. Let’s Check it Out …!!
RAHASIA Sejarah Permainan Bulu Tangkis Badminton yang Kamu Belum Tahu !!


A. Pengertian Bulu Tangkis / Badminton

Shuttlecocks
Shuttlecocks
Bulu tangkis adalah sebuah olahraga yang dimainkan oleh 1 tim berisikan 1 pemain atau 2 pemain. Permainan ini mirip dengan tenis meja, tetapi bukanlah sebuah bola yang dipukul melainkan sebuah kok (shuttelcock) melewati jaring.
Sebelumnya permainan ini bernama badminton, karena bola yang digunakan memakai sebuah bulu yang telah dirakit lalu memainkan dengan saling menangkis menggunakan raket. Hal inilah yang memberikan nama badminton menjadi bulu tangkis.
Lapangn yang digunakan dalam permainan ini lebih baik dimainkan di dalam ruangan. Karena angin akan mempengaruhi laju kok (shuttelcock) sehingga terbang terkena angin. Tetapi bagi yang hanya ingin memberikan hiburan, bisa dimainkan di luar ruangan.

B. Sejarah Bulu Tangkis

Permainan olahraga yang memainkan sebuah raket dengan kok, kemungkinan berkembang di Mesir Kuno sekitar 2000 tahun yang lalu. Permainan ini juga sering disebut-sebut di India dan juga Republik Rakyat Tiongkok pada saat itu.
Sebelumnya, permainan ini tidak memakai raket melainkan menggunakan kaki yang dimainkan di Tionghoa. Mengusahakan agar kok tidak jatuh ke tanah selama mungkin dengan menendangnya ke atas tanpa menggunakan tangan.
Sejak zaman pertengan di negara Inggris, sebuah permainan anak-anak yang sangat populer disebut dengan Battledores dan Shuttlecocks. Anak-anak pada sata itu memainkan kok dengan dayung/tongkat (Battledores), bersiasat sama yaitu menjaga kok tetap berada diudara. Permainan ini sangat populer, menjadikan nuansa harian di jalan-jalan London pada tahun 1854.
Kemudian, penduduk Inggris memabawa permainan ini ke Jepang, Republik Rakyat Tiongkok dan Siam (Sekarang Thailand). Saat itu mereka sedang mengolonisasi asia, dan kemudian, tak lama anak-anak setempat memainkan permainan ini di wilayah-wilayah mereka.
Olahraga kompetitif Bulu Tangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania di Pune, India pada abad ke-19. Lalu para tentara membawa kembali perminan ini ke inggris pada tahun 1850-an. Dan menambahkan sebuah jaring dan memainkannya secara bersaingan.
Poona adalah nama permainan bulu tangkis ini saat itu karena terlahir di kota Pune. Pada tahun 1860 seorang penyalur mainan inggris mengganti namanya dalam sebuah pamflet berjudul “Badminton Battledore – a new game”.
Dalam pamflet tersebut, permainan bulu tangkis dimainkan pertama kalinya dalam sebuah Gedung Badminton. Gedung Badminton tersebut khusus untuk memainkan bulu tangkis di astat Duke of Beaufort’s di Gloucestershire, Inggris.
Terbuatlah rancangan peraturan bulu tangkis pertama yang ditulis oleh Klub Badminton Bath pada tahun 1877. Kejuaraan internasional pertama kali berunjuk-gigi pata tahun 1899 dengan Kejuaraan All England.
Setelah itu semua, bulu tangkis menjadi olahraga populer di sunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara. Dan juga di negara-negara Skandinavia yang saat ini mendominasi olahraga ini.

Shuttlecock

C. Sejarah Induk Organisasi Bulu Tangkis

Induk Organisasi Bulu Tangkis dunia adalah Badminton World Federation (BWF) yang didirikan pada tahun 1934 sebagai Federasi Bulu Tangkis Internasional. Aggota Federasi meliputi 9 negara, yaitu Kanada, Denmark, Inggris, Perancis, Irlandia, Belanda, Selandia Baru, Skotlandia dan Wales.
Aggota Federasi kini semakin bertambah hingga 165 asosiasi bulu tangkis dari berbagai negara belahan dunia. Pertemuan umum luar biasa yang digelar di Madrid pada 24 September 2006. Menetapkan sebuah nama baru yang digunakan sampai sekarang, yaitu BWF.
BWF berkantor pusat di Cheltenham, Inggris Raya sejak organisasi ini didirikan. Namun, pada tanggal 1 Oktober tahun 2005, kantor pusat dipindahkan ke Kuala Lumpur, yaitu di Malaysia. Dan presiden saat ini adalah Poul-Erik Høyer Larsen

1. Konfederasi Regional

BWF bekerja sama dengan organisasi regional untuk mempromosikan serta membangun permainan bulu tangkis ke seluruh pelosok dunia. Berikut adalah Organisasi Regional pada Permainan Bulu Tangkis :
  • ASIA : Badminton Asia Confederation (BAC), dengan 41 anggota.
  • EROPA : Badminton Eropa Confederation (BEC), dengan 51 anggota.
  • AMERIKA : Badminton Pan Am (BPA), dengan 33 anggota.
  • AFRIKA : Badminton Afrika Confederation (BAC) 37 anggota.
  • OSEANIA : Badminton Oseania (BO), dengan 14 anggota.
Dengan total anggota keseluruhan federasi sebanyak 176 anggota.Konfederasi Regional

2. Presiden BWF

  • 1934 – 1955 : George Alan Thomas / Britania Raya
  • 1955 – 1957 : J. Plunkett-Dillon / Republik Irlandia
  • 1957 – 1959 : R. Bruce Hay / Britania Raya
  • 1959 – 1961 : A. C. J. Van Vossen / Belanda
  • 1961 – 1963 : J. D. M. McCallum / Republik Irlandia
  • 1963 – 1965 : N. P. Kristensen / Denmark
  • 1965 – 1969 : D. L. Bloomer / Britania Raya
  • 1969 – 1971 : H. F. Chilton / Britania Raya
  • 1971 – 1974 : Ferry A. Sonneville / Indonesia
  • 1974 – 1976 : S. Wyatt / Britania Raya
  • 1976 – 1981 : S. Mohlin / Swedia
  • 1981 – 1984 : C. C. Reedie / Britania Raya
  • 1984 – 1986 : P. E. Nielsen / Denmark
  • 1986 – 1990 : I. D. Palmer / Selandia Baru
  • 1990 – 1993 : A. E. Jones / Britania Raya
  • 1993 – 2001 : Lu Shengrong / Republik Rakyat Tiongkok
  • 2001 – 2005 : Korn Dabbaransi / Thailand
  • 2005 – 2013 : Kang Young Joong / Korea Selatan
  • 2013 – Sekarang : Poul-Erik Høyer Larsen / Denmark

3. Turnamen

BWF biasa menggelar 7 kejuaraan utama pada permainan bulu tangkis Internasional sebagai berikut :
  • Olimpiade Musim Panas bekerjasama dengan Komite Olimpiade Internasional
  • Kejuaraan Dunia BWF
  • Kejuaraan Dunia Yunior BWF
  • Piala Thomas
  • Piala Uber
  • Piala Sudirman
  • BWF Super Series
Ada juga 2 kejuaran yang tidak di gelar lagi, yaitu :
  • Piala Dunia: ajang ini dihentikan sejak tahun 1997. Walaupun begitu, WBF kembali menghidupkan kejuaraan ini pada tahun 2005, dengan Republik Rakyat Tiongkok sebagai tuan rumah, tetapi hanya sebagai turnamen dengan undangan.
  • Grand Prix: kejuaraan ini berhenti sejak tahun 2000.Turnamen

4. Lambang BWF

BWF memiliki sebuah logo baru yang diluncurkan pada saat Piala Thomas dan Uber di tahun 2012. Sebelumnya logo BWF sudah diluncurkan pada bulan Juni tahun 2007 yang diresmikan pada Piala Sudirman 2007 di Glasgow, Skotlandia.
Lambang/Logo tersebut di desain oleh orang Indonesia bernama Aboeb Luthfy, yang dibuat selama 3 bulan sebagai kontes pembuatan lambang/logo permainan Bulu Tangkis.BWF LOGO_LAMBANG

D. Peralatan Standar Internasional

1. Lapangan

  • Panjang Lapangan : 13.40 meter
  • Lebar Lapangan : 6.10 meter
  • Panjang Garis Lapangan sebagai pada gambar berikut :lapangan

2. Net

  • Tinggi Net : 1.55 mNet

3. Raket dan Senar

  • Panjang raket : 66-88 senti meter
  • Lebar Kepala : 22 senti meter
  • Berat Raket karbon : 85 gram
  • Senar harus kencang (dengan tarikan 21-24 ukuran kekencangan).raket

4. Kok / Shuttlecock

  • Kok terbuat dari bulu angsa buatan pabrik.
  • Berat Kok sekitar : 5.67 gram.
  • Bulu yang menancap pada gabus berjumlah 14-16 buah, dan diikat 2 tali.
  • Panjang kok : 8.8 senti meter (dari kepala kok sampai ujung bulu).
  • Panjang batang daun kok : 6.5 senti meter.
  • Panjang Kepala kok : 2.3 senti meter.
  • Bagian-bagian kok :
    • Helai / Bulu : Sebagai penyeimbang kok ketika melayang di udara.
    • 3 jahitan : Memperkuat kok.
    • Batang Bulu : Agar mudah menancapkan ke kepala kok.
    • Kepala kok : Sebagai tempat menancapnya batang bulu.
    • Label : Memperkuat dan memperindah kok.
shuttlecock

E. Aksesoris / Perlengkapan Pemain

1. Sepatu dan Kaos Kaki

Pakailah sepatu yang memiliki kekuatan sol yang baik dan tidak licin saat digunakan dalam lapangan pertandingan. Dan gunakanlah kaos kaki yang pas sehingga tak ada celang kosong dalam sepatu yang mengakibatkan mudah terpeleset.

2. Baju dan Celana

Dalam setiap permainan olahraga pasti akan mengeluarkan keringat. Oleh karena itu, pakailah kaos khusus atau yang dapat menyerap keringat sehingga tidak terlalu panas saat memaikainya.

3. Dekker / Alat Pelindung

Deker / Alat pelinding ini berfungsi untuk menjaga diri anda dari cedera saat anda terjatuh. Pakailah deker yang tidak terlalu longgar maupun ketat sehingga peredaran darah dapat mengalir lancar.